Jalanan sedikit lengang
Entah apa yang kau bisikkan
Kau tetap bercerita
Tentang gage street yang berangin
Genelg yang penuh merpati
Dan sedikit kenangan yang tersisa di antara musium kehidupan
Maaf kawan
Hari ini aku tidak fokus pada hatimu
pada candamu dan pada gelitik tawa yang kau tawarkan
Sepotong roti telah membawaku pada duniaku sendiri
Coba kau tatap
Lapisan halus tertata rapi membuat mata mengaguminya
Bagai simpul rambut gadis kecil berpipi merah yang lincah berlari
Gradasi warna begitu halus mencoba menyamakan dengan mata coklatmu
Entah selai apa yang tertanam dalam rotimu
Sayang bayanganku kembali membuyar, kala jalanan kembali riuh dengan celoteh anak berlarian
Sepotong roti kini telah mampir dalam bayangan
Namun keringat dingin mencoba mengalahkan naluriku untuk tetap menghayalkanmu
Maaf
Sepotong roti kini telah mengisi rasa laparku, dan mencoba berusaha untuk tetap berharap pada sang waktu
Walau sepenggal harap cemas mencoba menyelusuri sungai kehadiranmu
Sambil menyibakkan makna sebuah pemberian
Kukunyah renyah barisan gradasimu
Mencoba menelan sejumput asa tuk bisa menatap coklat matamu
Yang tak pernah kutemukan rasa sesal
Karena bintang telah hadir
#efekwareugtapirotididepanmata
