Lewat tengah malam
Hanya detak jantung dan detik waktu yang bergulat
Mencoba mengingat kembali kejadian tadi siang
Saat sepotong roti yang kau suguhkan
Sambil kau siapkan dua gelas air bening
Kau mencoba suguhkan perasan jahe yang menghangatkan
Namun selalu saja segelas air bening yang ku inginkan
Biarkan sepotong roti bertemankan segelas air bening
Yang kau suguhkan sudah menghangatkan suasana
Dengan cerita mu tentang suasana politik yang pedas
Yang membasmi siapa pun yang lemah
Satu satu terkupas
Di selingi tawa yang kugulirkan
Mencoba menapaki ceritamu yang kian semangat
Gaya bicaramu enak untuk dikupas
Bagai pare yang tadi siang menemani makan ku
Pahit namun tetap renyah ketika meluncur dari sendok plastikku
Hidup ini memang pahit bak pare
Namun ada kalanya renyah seperti kerupuk
Pilitik, sepotong roti, dan pare yg renyah
Bertemankan secangkir air bening mengisi hari
Biarkan esok ceritanya berganti
Mungkin tentang semut yang selalu kompak
Atau pun anak jalanan yang beranting galau
malam makin lengang
tanpa suara jangkrik
dan tetap hanya detak detik yang tersuguhkan.
#Terbangun diantara sepertigamalam
