Tidakkah kau lihat lampu itu?
Terlihat cantik ketika gelap telah mengikutinya
Seakan mengerti akan makna keindahan
Di antara lampu jalanan
Senja datang dan malam mulai melambai
Walau terhalang tembok tinggi
Namun malam masih menampakkan kerlap kerlip lampu temaram
Kau suguhkan dua teh hangat
Berteman dengan sepiring kue surabi
Menceritakan tentang lampu jalanan
Kisah lampu yang selalu menerangi sebagian tempat yang tersembunyi
Itu kisah yang terukir di senja
Kemudian ....
Kau lirik jam yang menunjukkan batas pertemuan
Namun seakan kau sertakan umpatan waktu yang begitu cepat berlalu
Tak kuasa waktu menahan detik detik jam di tanganmu
Namun ...
Ceritamu tak juga habis
Hingga tiba pada waktu yang tak terelakan
Sebagai penutup di akhir lampu jalanan
Akhirnya
Diantara bising lalu lintas bis antarkota
Kau berikan satu potong kue penutup
"Makanlah, kue ini terasa manis walau hanya sekedar jajanan pasar"
Manis memang,
Dan lebih manis dengan tatapan matamu yang menghujam
Maaf, kue ini sebagai penutup
Tapi bukan akhir dari kisah perjalanan
Bukan pula akhir dari terangnya lampu jalanan
Kue surabi dan lampu jalanan
Sebagai siloka pendamai hati
#efekingatsurabi
