Sabtu, coklat manis

Coklat itu manis seperti bola matamu

Arus deras hujan tak menghilangkan ingatanku pada indahnya bola matamu
Maaf
Kadang memang diri ini nakal
Untuk mencari bintang pada coklat bola matamu
Namun semuanya kembali reda bila nafas ini berhembus
Sadar pada satu kenyataan
Pada rembulan yang menemani di medio kalender

Hujan belum juga reda
Hilir mudik kendaraan mengisi sore di hujan deras
Kaki mulai basah
Percikan air bergulir bersenda gurau menemani dan bercanda mengajak dingin membalut telapak kaki

Satu satu tetesan H2O melarutkan dingin
Namun semuanya tak mengganggu seseorang yang duduk memainkan gawainya
Hhmm sepertinya hujan menjadikan teman setia tanpa jadi penghalang
Tetap pada posisinya
Dia mainkan gawai dengan lentur

Hujan memang deras
Namun di emperan toko ini kami tetap setia
Menunggu waktu dan tempat
Sampai tujuan kami dapat terlewati

Sesekali mata kembali menyelusuri jalanan yang basah
Menunggu dengan sabar dan pasti
yang kutunggu pasti kan datang
Tuk melewati perjalanan ke depan

Hujan memang deras
Tapi ada coklat bola mata yang menemaniku
Manis
Semanis puisimu
Manis pada hati dan rasa

Hujan belum juga reda
Yang kutunggu datang menghampiri
Kami lewatkan waktu menembus realita
Kembali pada kehidupan nyata
Membawa berbagai makna tuk dicerna

Hujan, coklat, bola mata, puisi
Temani waktu
Hadir dalam mimpi yang pasti

09.00
22 Januari 2016

LihatTutupKomentar