Sarapan pagi ini dingin
Tanpa kehangatan
Selintas terdengar kisah pulogadung yang getir
Tanpa kehangatan
Selintas terdengar kisah pulogadung yang getir
Sisi lain kehidupan dipertaruhkan
Disekap dalam sebuah ruang mini
Berebut hidup berbagi derita
Disekap dalam sebuah ruang mini
Berebut hidup berbagi derita
Dan dengan polosnya Pane katakan
Maaf
Maaf
Tidakkah hatimu tergugah ketika jambakan tanganmu di rambutnya
Tidakkah jantungmu berhenti, melihat ruang sesak tak berjendel
Tidakkah jantungmu berhenti, melihat ruang sesak tak berjendel
Setumpuk sesal tak berguna
Setumpuk maaf hanya di bibir
Tidakkah kau rasakan
Kehidupan lima jiwa yang kau renggut dengan paksa
Setumpuk maaf hanya di bibir
Tidakkah kau rasakan
Kehidupan lima jiwa yang kau renggut dengan paksa
Kawan..
Cabai memang pedas
Namun walau melangit tetap pedas
Cabai memang pedas
Namun walau melangit tetap pedas
Begitu juga dengan kehidupan
Lebih pedas dari cabai yang melangit
Lebih pedas dari cabai yang melangit
Pedasmu membawa dingin sarapan ini
Kopi pahit ditinggal asap hangatnya
Lidah pun kelu
Kopi pahit ditinggal asap hangatnya
Lidah pun kelu
Awal Januari jangan biarkan kehidupan semakin pedas dan pahit
Biarkan kami hidup dengan kebahagian
Jangan renggut kami yang hanya punya satu nyawa
Jangan renggut kami yang hanya punya satu nyawa
#pahitpedaskehidupan
